GOLBET88 | Bandar Bola Online | Judi Togel | Casino Online | Poker Online
728x90 Untitled-1

Cerita Seks Tubuh Langsing 2 Wanita

Cerita Seks Tubuh Langsing 2 Wanita –  Saat itu Amel yang berusia 21 tahun dengan ukuran payu dara 36 dengan tubuh yang langsing, membuat kontol ngaceng kalu melihat bokongnya, dia berstatus mahasiswa di Yogyakrta, sedangkan temannya Arina yang berusia lebih tua 25 tahun dia bekerja di kantor swasta sama di Yogyakarta, mereka satu kos di tempat Ibu Anna Yogya Bagian Selatan.

Suatu pagi pukul 07.00 antara Amel dan Arina saling berebutan kamar mandi dimana kamar mandi kos hanya ada 2, yang satunya sedang dipakai, lha yang satuny kosong mereka berdua tergesa gesa Karena mau beraktifitas seperti hari biasanya.
“Aku tergesa-gesa,” kata Amel.

“Aku juga tergesa-gesa,” kata Arina.

Mereka terdiam beberapa saat sampai kedua mulut mereka serempak mengeluarkan suara.

“Sama-sama saja.”

Mereka berdua langsung masuk ke kamar mandi dan Arina mengunci pintu kamar mandi tersebut.

“Tapi bagaimana caranya. Gayung cuma satu, sabun cuma satu, pasta gigi cuma satu,” kata Arina.

“Iya. Dan juga aku malu kalau telanjang,” kata Amel.

“Kalau itu tidak masalah. Kita saling membelakangi.”

“Begini saja. Kamu dulu yang mandi. Aku gosok gigi dulu.”

Kemudian Arina melepaskan seluruh pakaiannya dan menaruhnya di gantungan di belakang pintu kamar mandi. Dan di belakangnya Amel berdiri menunggu di pinggir bak mandi. Lalu mereka berputar haluan.

Ganti Amel yang melepaskan seluruh pakaiannya dan menaruhnya di gantungan di belakang pintu kamar mandi. Kemudian dia menggosok giginya. Di belakangnya Arina sedang mengguyur tubuhnya dengan air. Setelah cukup, mereka berputar haluan kembali. Arina dengan membawa sabun berdiri menghadap pintu. Sedangkan di belakangnya giliran Amel yang mengguyur tubuhnya dengan air. Kemudian.

“Sabunnya sudah?”

“Sudah. Ini,” kata Arina sambil membalikkan tubuhnya yang penuh busa sabun.

Bersamaan dengan itu Amel juga membalikkan tubuhnya. Mereka kaget dan serentak menutupi tubuh seadanya. Tangan kanan mereka menutupi kedua payudara dan tangan kiri mereka menutupi kemaluan. “Aku sudah lihat punyamu.

Buka saja. Kenapa ditutup?” Amel tidak membuka tangan kanannya yang menutupi kedua payudaranya. Dibukanya tangan kirinya dan dibukanya tangan kanan Arina yang menutupi kedua payudaranya. Arina diam saja ketika Amel membelai payudara kirinya yang penuh busa sabun dan meremasnya. Dipilinnya puting payudara Arina.

Yang keluar dari mulutnya hanya sebuah suara. “Aaahhh… aaahhh… aaahhh…” Setelah Amel puas Arina berkata, “Punyamu aku sabuni ya?” Amel hanya mengangguk dan membuka tangan kanannya yang masih menutupi kedua payudaranya.

Arina kemudian mengusapkan sabun yang sejak tadi dipegangnya ke payudara kanan Amel dengan tangan kirinya. Tangan kanannya mengambil busa sabun dari payudara kirinya sendiri dan diusapkan ke payudara kiri Amel.

Tidak lupa kedua puting Amel juga dipilin-pilin. Arina tidak hanya menyabuni kedua payudara Amel. Seluruh tubuh Amel disabuninya dengan usapan yangmenggairahkan sambil kedua payudaranya sendiri sesekali disentuhkan ke tubuh Amel.

“Ehmmm… ehmmm… ehmmm…” Ganti Amel yang mengeluarkan suara dari mulutnya. Tubuh mereka berdua sudah penuh dengan busa sabun. Arina dari belakang memeluk Amel dan kedua tangannya bergerak ke seluruh tubuh Amel.

Amel yang dipeluk tidak ingin kenikmatan itu hanya milik Arina. Kedua tangannya juga bergerak ke seluruh tubuh Arina. Dia berkata sambil mendesah, “San… tadi sebetulnya kamu tidak usah membalik tubuhmu. Cukup aku saja. Jadi kita tidak begini akhirnya.”

“Maksudku juga begitu. Aku membalikkan tubuhku dengan harapan kamu tetap menghadap bak kamar mandi.”

Kemudian sambil tetap dipeluk Arina, Amel membalikkan tubuhnya sehingga kedua payudara mereka saling menempel. “Ouohhh…” Mereka berdua saling menggesekkan kedua payudara mereka sampai akhirnya mereka berdua sadar dengan apa yang terjadi dan serempak berkata,

“Kita kan tergesa-gesa.” Mereka melepaskan pelukan dan karena Arina yang mendapatkan gayung lebih dulu dia yang membilas tubuhnya. Amel tidak sabar dan merapatkan tubuhnya ke tubuh Arina. Mereka berdua kembali terlena dengan keadaan tubuh yang baru terkena satu guyuran air.

Mereka berdua saling membersihkan sisa busa sabun pada tubuh mereka berdua. Desahan-desahan kenikmatan keluar dari mulut mereka berdua. “Ehmmm… ehmmm… ehmmm…” Beberapa menit mereka saling membersihkan busa sabun sambil sesekali tubuh mereka diguyur air.

Setelah selesai mereka mengeringkan tubuh mereka dengan handuk. Mereka keluar bersama-sama dan Amel berkata kepada Arina, “San, nanti malam lagi ya?” Arina hanya mengangguk.

Dan tanpa menunggu malam ketika sore hari Amel selesai mandi, Amel waktu itu berani hanya melilitkan handuk ke tubuhnya karena keadaan asrama sedang sepi. Dia kaget melihat Arina sudah berada di dalam kamarnya masih dengan memakai pakaian kerjanya.

Dia hanya sebentar kaget kemudian tersenyum. “Wid, aku sebetulnya mau menyusul kamu mandi. Tetapi kamu mungkin tidak dengar. Jadi aku tunggu di sini.” Amel menghampiri Arina yang duduk di tepi tempat tidur dan duduk di sampingnya.

Dibelainya paha Arina yang tidak tertutupi rok mini yang dipakainya.Kemudian, “Sebentar ya San. Aku pakai pakaian dulu.” Amel kemudian berdiri menghampiri lemari dan di depan lemari dia melepaskan handuknya. Dia mencari-cari pakaian dari dalam lemari.

“Kamu menantang aku ya? Tidak usah pura-pura cari pakaian.”

“Rupanya kamu tahu.”

Amel kemudian membalikan tubuhnya dan dilihatnya Arina sedang melepaskan BH-nya dan kemeja yang dipakainya hanya dilepaskan kancingnya. Setelah BH Arina terlepas, dengan cepat kedua tangan Amel melepaskan kemeja yang dipakai Arina sambil bibirnya mendarat di bibir Arina.

Mereka berciuman dan saling menjilat lidah. Kedua payudara mereka saling menempel. Kedua puting payudara mereka saling digesekkan. Kemudian Amel menghentikan ciumannya dan dia duduk bersimpuh di depan Arina.

Dibelainya paha Arina dengan kedua tangannya. Sedangkan Arina menikmati remasan kedua tangannya pada kedua payudaranya. Kedua tangan Amel lalu naik ke atas dan masuk ke dalam rok mini yang dipakai Arina. Dia berusaha melepaskan celana dalam yang dipakai Arina. Berhasil.

Pada waktu yang sama Arina yang mengetahui Amel sedang berusaha melepaskan celana dalamnya lalu menghentikan remasan pada kedua payudaranya. Kedua tangannya melepaskan rok mini yang dipakainya. Sekarang Arina sudah telanjang bulat.

Amel kemudian membimbing Arina ke tempat tidur. Dan mereka pun bercumbu dengan nikmatnya hingga fajar menyingsing. Dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang mengamati percumbuan mereka.

Komentar Anda

Leave a Reply